Langsung ke konten utama

Postingan

HAMPARAN MAKAM TUA DI GUNUNG GALANTUNG

Gunung Galantung yang terletak di belahan wilayah Jasinga, Bogor Barat merupakan dataran yang berundak, dan ternyata disepanjang hamparan tersebut terdapat makam-makam tua yang merupakan tokoh-tokoh Islam. Dari deretan makam-makam keramat tersebut dapat dijadikan sebagai ambaran cerita Islam baik di tanah nusantara, bahkan Islam dunia.
Banyak nama-nama tokoh Islam di makam tersebut, dari Ki Kuncung Putih Atau lebih dikenal dengan Nur Cahya, Nagandini (Cipta Rasa) yakni tokkoh Islam di era pra Rosulilloh sampai kepada Pangeran Surabaya alias Muhammad Ali, Pangeran Cakra Buana, Jaya Lelana, Raden Bentang, Pangeran Saba King King sampai kepada Ibunda Hj. Syarifah Mudaim atau Rara Santang.
Ada hal yang menarik disini, dimana Hj. Syarifah Muda’im yang merupakan Ibunda dari Syarif Hidayatullah, atau nenek dari Sultan Hasanuddin. 

Dimana Isteri dari Sultan Hud penguasa Mesir ini telah diketahui dimakamkan di Desa Jayakerta, Kecamatan Jayakerta Kab. Kerawang. Namun di di Hamparan pemakaman Gunun…
Postingan terbaru

Tree Musketter Kalong Dagul Lestarikan Marhabba

Marhabba, adalah salah satu budayayang berisikan syair puja-puji kepada Allah dan Rosulnya yang mana kala itu Marhabba merupakan giat adat yang sudah mentradisi di wilayah Kalong Dagul dan sekitarnya. Namun semakin bergesernya waktu, bereser pula posisi Marhabba yang kian menghilang dari tengah masyarakat. Sadar akan hal itu, timbul inisiaatif dari tiga tokoh setempat untuk melestarikan beragam budaya yang ada diwilayahnya termasuk budaya Marhabba yang dianggap kian memunah. Ketiga tokoh tersebut adalah Toni, Iwan dan Yanto. Kemudian merekapun berinisiatif membentuk kelompok yang diberi nama “Jaddal Husaeni”. Sebelumnya Marhabbah digiatkan oleh Almarhum TB. Nawawi Sepuh dan menjadi tradisi yang lekat dengan tradisi kemasyarakatan di wilayah Kalong Dagul dan sekitarnya. Kini “Jaddal Husaeni” yang dipelopori oleh Tree Musketter dari Kalong Dagul terus berupayauntuk melestatikan Marhaba agar tetap berkumandang pada setiap acara kemasyaarakatan. 
Alhasil alunan koor yang indah nan sakral itu…

Obrolan Pojok Saung Aki Argapura - Jasinga Bogor Barat

Puasa Ngabeuti : Puasa ngabeuti adalah puasa yanhg dilakukan untuk membersihkan diri dan fikiran. Seperti halnya Najis Mugholadhoh dimana najis tersebut tidak bisa dibasuh dengan air ataupun api. Najis berat tersebut hanya bisa dibasuh dan dibersihkan dengan tanah. Demikian pula halnya Puasa Ngabeuti, dimana upaya manusia untuk membersihkan makanan yang (banyak mangandung najis) sudah masuk ke dalam tubuh selama setahun harus dibasuh dengan "tanah", yaitu makanan yang berasal dari dalam tanah (umbi-umbian), atau dalam bahasa spiritual sundanya "Aci Bumi".
Dengan melakukan puasa selama 9 hari (tanggal 3 - 12 maulut) setiap tahunnya, diyakinkan bisa membersihkan segala macam makanan yang sudah masuk ke dalam tubuh. Dipilihnya bulan maulut karena bertepatan dengan lahirnya Rosululloh sebagai simbol kehidupan.
Aki Abdurahman : "Muhammad adalah Kehidupan, cintailah kehidupan sebagai bukti kita mencintai Muhammad Rosululloh"

Munculnya Makam Raja Raja Nusantara di Tanah Bogor Barat

Bunar-8 November 2019
Wilayah Bogor Barat ternyata banyak menyisahkan bukti-bukti sejarah yang lekat dengan perkembangan Islam, baik di era paska Rosululla maupun era jauh sebelumnya. Seperti halnya di Bukit Kalong Dagul. Bukit yang terletak di Desa Kalong Sawah Kec. Jasinga, Kabupaten Bogor, dimana di kawasan tersebut ditemukan makam raja-raja Islam dari Kerajaan Argapura.
Menurut sesepuh setempat yang juga pemangku Yayasan Saung Aki Argapura Aki Abdurahman, Kerajaan Argapura adalah kerajaan Islam di Tanah Pasundan yang sudah ada sebelum era Nabi Muhammad SAW. Di Bukit Kalong Dagul awalnya hanya ditemukan tiga makam yakni makam Syekh Abdul Hamid (Ki Buyut Kamid) beserta Nyi Saripah isterinya . Kemudian, setelah dilakukan penggalian di wilayah sekitar  oleh tim Yayasan Saung Aki Argapura, ternyata ada ratusan nisan lagi ditemukan di seputar aral tersebut. 
Dari ratusan nisan tadi, selain Makam Ki Buyut Kamid ada tiga makam tokoh diantaranya Prabu Eyang Dugal Halimun, Eang Panji Bungalaran…

Makam mbah Balad/ Mama Mahali

Gambar Makam dan Nisan Mbah Balad/ Mama Mahali

Wafat Mahali Pada Hari Sabtu tgl. 22 Syawal Tahun Dhal